SIDRAP mediafpii-sulsel.my.id, — Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Irsyad Kanie, Abdul Gafur, menegaskan komitmennya untuk mendampingi dan mengawal Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menuju status Zero ATS (Anak Tidak Sekolah). Program pengentasan anak putus sekolah ini menjadi fokus utama lembaga pendidikan nonformal tersebut demi memastikan seluruh anak usia sekolah di wilayah Buae mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Upaya mewujudkan Desa Buae Zero ATS diawali dengan pemetaan mendalam dan pendataan secara door to door oleh tim PKBM Al Irsyad Kanie bersama pemerintah desa Buae. Abdul Gafur menyampaikan bahwa pendataan ini penting untuk mengidentifikasi faktor utama penyebab anak tidak bersekolah, mulai dari kendala ekonomi, pernikahan dini, hingga kurangnya akses moda transportasi.
Adapun Kegiaatan yang di lakukan yakni
1. Membentuk Lingkar Remaja kerjasama dengan LPP Bone dan Unicef Indonesia
2. Penyerahan bantuan Life skill pembuatan abon
3. Coaching oleh Tim PKK Kabupaten Sidrap Kerjasama dengan PKBM Ponpes Al-Irsyad
Guna menarik minat anak-anak yang terlanjur putus sekolah, Abdul Gafur memformulasikan metode pembelajaran yang fleksibel melalui Program Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Jadwal belajar disesuaikan dengan kondisi serta aktivitas harian para peserta didik agar mereka dapat menimba ilmu tanpa mengganggu kegiatan atau pekerjaan sehari-hari.
Hal tersebut di sampaikan Ketua PKBM Al Irsyad Kanie Abdul Gafur saat di konfirmasi melalui ponselnya, Selasa, 8 September 2026.
Lanjut Gafur mengatakan Tidak sekadar mengejar pendaftaran peserta didik baru, Abdul Gafur juga menekankan pentingnya kualitas proses belajar-mengajar di PKBM Al Irsyad Kanie. Pihaknya menghadirkan tenaga pengajar yang berkompeten dan menerapkan Kurikulum Merdeka agar pola pembelajaran menjadi lebih interaktif, relevan, serta menyenangkan bagi anak-anak di Desa Buae.
Selain pendidikan akademis formal kesetaraan, PKBM Al Irsyad Kanie memadukan kurikulum dengan pelatihan keterampilan (vokasi) dan kewirausahaan. Abdul Gafur menyadari bahwa pembekalan ilmu keahlian praktis seperti tata boga, Menjahit dan perbengkelan, maupun komputer menjadi daya tarik tersendiri agar warga belajar memiliki modal kerja yang nyata setelah lulus.
Seluruh rangkaian program ini diselenggarakan secara gratis bagi anak-anak tidak sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu di Desa Buae. Pihak PKBM Al Irsyad Kanie mengoptimalkan dukungan bantuan operasional dari pemerintah serta dana hibah kemitraan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi para warga belajar.
Abdul Gafur secara aktif menggelar sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada para orang tua di Desa Buae yang anak-anaknya belum menyelesaikan pendidikan. Ia memberikan pemahaman mendalam bahwa keberadaan ijazah kesetaraan resmi dari pemerintah memiliki legalitas dan hak yang sama untuk melanjutkan pendidikan tinggi atau melamar pekerjaan.
Langkah nyata dan komitmen penuh ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Desa Buae beserta para tokoh masyarakat setempat. Kepala Desa Buae H. Laupe Umar menyampaikan terima kasih atas kolaborasi aktif PKBM Al Irsyad Kanie dan Pemerintah Daerah Sidrap, yang dinilai sebagai titik balik penting dalam mengembalikan harapan masa depan anak-anak serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tingkat desa.
Lanjut Kepala Desa Buae, H. Laupe Umar mengatakan hadirnya program ini bukan sekadar memberikan ijazah kesetaraan Paket A, B, dan C, melainkan mengembalikan kepercayaan diri warga usia sekolah maupun dewasa yang sempat terputus pendidikannya. Sinergi ini terbukti menjadi jalan keluar efektif dalam mengikis stigma negatif dan mengatasi angka putus sekolah yang selama ini menjadi tantangan di daerah setempat, ungkap Laupe Umar
Sebagai bentuk penekanan, Kepala Desa Buae H. Laupe Umar mengimbau kepada seluruh perangkat desa, kepala dusun, hingga tokoh masyarakat untuk aktif mengawal dan mensosialisasikan pentingnya pendidikan di lingkungan masing-masing. Beliau menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kepedulian bersama dan kesadaran para orang tua untuk mendorong anak-anak mereka kembali belajar, tegas Ĺaupe Umar
Dijelaskan H Laupe Umar bahwa Progres gerakan menuju Zero ATS di Desa Buae saat ini dinilai menunjukkan tren yang sangat positif seiring meningkatnya angka partisipasi masyarakat. Pemerintah Desa Buae menyatakan kesiapannya untuk terus memfasilitasi dan mengalokasikan dukungan yang diperlukan agar program berjalan lancar hingga seluruh warga yang terdata benar-benar menyelesaikan masa belajarnya.
Melalui komitmen berkelanjutan dan sinergi lintas sektor ini, Ketua PKBM Al Irsyad Abdul Gafur bersama Pemdes Buae optimistis target bebas anak tidak sekolah dapat tercapai sepenuhnya dalam waktu dekat. Desa Buae diharapkan mampu menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Kabupaten Sidrap sekaligus mencetak generasi penerus yang berdaya saing, berpendidikan, dan siap memajukan desa di masa depan. (risal bakri)
