Webmaster


Iklan

Media FPII Sulsel
Rabu, 09 September 2026, September 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-09T14:00:13Z
DaerahEkonomientertementFashionheadlinehiburanNasionalOlahragaParlementariapolitiksorotanterpopulerToptotorialTutorial

Perkuat Ketahanan Pangan, dan Cegah Gagal Panen Jangka Panjang, Pemkab dan DPRD Sidrap Tinjau Ketersediaan Air Sawah Toddang Bojo



SIDRAP mediafpi-sulsel.my.id, - Langkah antisipatif menghadapi dampak kemarau ekstrem akibat El Niño terus digalakkan Pemkab Sidenreng Rappang,  Bupati Syaharuddin Alrif memimpin langsung peninjauan lapangan ke kawasan pertanian Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, pada Selasa, 8 September 2026


​Momen kunjungan kerja tersebut terasa kian istimewa karena orang nomor satu di Sidrap itu didampingi langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sidrap  Muh Rasyid Ridha Bakri beserta rombongan Anggota Komisi III, jajaran OPD, hingga jajaran Forkopimcam Watang Pulu.


​Fokus peninjauan menyasar area persawahan Toddang Bojo yang berlokasi di sekitar Perkampungan Batu Pute. Kehadiran jajaran eksekutif dan legislatif ini bertujuan memastikan ketahanan pangan daerah tetap stabil meski cuaca kurang bersahabat.


​Kunjungan ini merupakan rangkaian agenda kerja Bupati di wilayah Watang Pulu. Sebelum memantau kondisi lahan pertanian, rombongan terlebih dahulu meninjau realisasi proyek pembangunan infrastruktur jalan di area tersebut.




​Di tengah peninjauan infrastruktur, Bupati bersama Wakil Ketua DPRD meluangkan waktu khusus untuk berdialog dengan petani lokal serta mengecek secara sistematis ketersediaan pasokan air bagi tanaman padi yang sedang bertumbuh.


​Sektor pertanian Toddang Bojo dulunya sangat bergantung pada curah hujan. Kondisi ini kerap memicu kerugian besar bagi para petani karena ancaman gagal panen selalu mengintai setiap kali musim kemarau menerpa.


​Syaharuddin mengungkapkan bahwa hadirnya program inovatif "Listrik Masuk Sawah" menjadi titik balik perubahan. Intervensi teknologi dan energi listrik kini mengubah wajah pertanian tadah hujan menjadi lebih tangguh dan mandiri.




​Saat meninjau petakan sawah milik Ketua Kelompok Tani setempat, rombongan menyaksikan hamparan padi varietas Inpari 32 yang tetap tumbuh subur dan hijau mempesona di tengah terjangan cuaca kering.


​Pemanfaatan sumur bor berbasis energi listrik terbukti efektif menjaga kelembapan tanah. Meskipun debit air yang dihasilkan belum melimpah, pasokan tersebut terbukti krusial dalam menyelamatkan fase vegetatif tanaman padi.


​Sebagai bentuk komitmen lanjutan, Pemkab Sidrap bersama dukungan DPRD telah menyiapkan alokasi bantuan sumur bor baru. Sebanyak delapan kelompok tani di kawasan Batu Pute dipastikan menerima bantuan mesin bor berukuran 3 inci.




​Mekanisme penyaluran bantuan akan dikawal langsung melalui pihak kelurahan setempat. Skema ini diterapkan agar unit sumur bor dapat segera difungsikan dan diterima tepat sasaran oleh kelompok tani penerima manfaat.


​Pemerintah Daerah juga menyusun rencana jangka panjang untuk memperkuat jaringan irigasi pada tahun 2027. Skema lanjutan ini menargetkan penambahan tiga unit sumur bor untuk tiap kelompok, sehingga total 24 unit sumur bor baru siap disiagakan demi menjaga produktivitas padi Sidrap secara berkelanjutan. (risal bakri).