Webmaster


Iklan

Media FPII Sulsel
Selasa, 21 Juli 2026, Juli 21, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-21T07:18:00Z
DaerahEkonomientertementFashionheadlinehiburanNasionalOlahragaParlementariapolitiksorotanterpopulerToptotorialTutorial

Marak Aksi Pencurian Tabung Gas dan Pompa Air di Area Persawahan di Desa Talawe dan Aka-AkaE.


SIDRAP mediafpii-sulsel.my.id,  – Suasana damai di kawasan persawahan di dua  Desa di Kecamatan Watang Sidenreng  Kab. Sidrap yakni Desa Talawe dan Desa Aka-AkaE, mendadak berubah menjadi kecemasan massal bagi para petani setempat. Dua pekan terakhir, aksi kriminalitas berupa pencurian barang-barang berharga milik petani di area persawahan kian marak terjadi dan semakin meresahkan.


​Aksi kejahatan ini menyasar berbagai peralatan vital yang saban hari digunakan warga untuk menggarap lahan mereka. Barang-barang yang menjadi target utama komplotan pencuri ini mulai dari tabung gas melon berukuran 3 kilogram hingga mesin pompa air yang menjadi jantung pengairan sawah mereka.


​Berdasarkan laporan dan keluhan dari warga setempat, jumlah kerugian yang dialami petani tidak bisa dibilang sedikit. Hingga saat ini, sudah ada puluhan tabung gas 3 kg yang raib dan melayang digondol maling saat ditinggal di area persawahan oleh pemiliknya.


​Tidak berhenti sampai di situ, para pelaku kejahatan ini tampaknya semakin berani dan tidak pandang bulu. Selain tabung gas dan mesin pompa air yang memiliki nilai jual tinggi, komplotan pencuri juga menyasar bahan bakar minyak jenis solar yang disimpan di dalam jergen berkapasitas 30 liter, termasuk Sepeda Anak-anak juga ikut raib.


​Lebih memprihatinkan lagi, hewan ternak seperti ayam peliping milik warga yang dipelihara di halaman rumah atau di bawah kolom rumah, juga turut menjadi sasaran empuk. Kehilangan demi kehilangan ini membuat para petani dan warga mengalami kerugian materiil yang cukup mencekik di tengah situasi ekonomi yang sulit.


Segala benda yang memiliki nilai ekonomis dan ditinggalkan tanpa pengawasan ketat tampaknya langsung disapu bersih oleh para pencuri.


​Menyikapi situasi yang semakin tidak terkendali ini, para petani di Dusun 1 Desa Talawe terpaksa memutar otak dan mengambil langkah mandiri. Guna mengantisipasi kerugian yang lebih besar, warga kini terpaksa rutin menggelar ronda malam secara swadaya untuk menjaga area persawahan mereka.


                                                                     ist


​Setiap malamnya, para petani harus mengorbankan waktu istirahat mereka demi memelototi setiap sudut sawah hingga selesai. Tak jarang, penjagaan ketat dan patroli mandiri ini harus mereka lakukan secara bergantian hingga memasuki waktu subuh dini hari demi memastikan keamanan sisa-sisa harta benda mereka.


​Kondisi ini tentu saja memicu keluhan berat dari warga Desa Talawe dan Desa Aka-akae yang merasa ketenangan hidup dan mata pencaharian mereka terusik. Selain harus menguras tenaga untuk bertani di siang hari, mereka kini juga harus menguras energi di malam hari demi mengantisipasi kedatangan para pelaku kriminal.


​"Kami sudah sangat resah. Siang hari kami harus bekerja keras di sawah, malamnya kami tidak bisa tidur nyenyak karena harus menjaga mesin dan tabung agar tidak dicuri lagi," keluh salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.


​Menanggapi rentetan peristiwa yang merugikan ini, warga secara terbuka melayangkan harapan besar agar ada tindakan nyata dari pihak berwenang. Mereka sangat meminta adanya perhatian serius dan respons cepat dari pihak kepolisian setempat serta jajaran pemerintah daerah dan Desa.


​Masyarakat menilai, patroli berkala dari aparat kepolisian dan langkah preventif dari pemerintah pemwrintah daerah dan Desa sangat dibutuhkan saat ini. Penekanan warga berfokus pada perlunya penegakan hukum yang tegas agar para pelaku pencurian ini dapat segera ditangkap dan diberi efek jera.


​Selain itu, warga juga menekankan agar pihak kepolisian meningkatkan frekuensi patroli khususnya pada jam-jam rawan di malam hingga subuh hari di sekitar area persawahan  Desa Talawe dan Desa Aka-akae dan Kehadiran aparat di lapangan diyakini mampu mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan.


​Jika situasi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius, warga khawatir sektor pertanian di Desa Talawe dan Desa aka-akae terganggu akibat pembengkakan biaya operasional dan hilangnya alat-alat kerja, apalagi kondisi persawahan  Kini di landa kekeringan, bola panas berada di tangan pemerintah daerah dan kepolisian untuk segera mengembalikan rasa aman yang sempat hilang dari tanah Talawe dan Aka-akae., 


Kades Talawe Syamsuddin


Terpisah Kepala Desa Aka-Akae Amiruddin mengatakan, membenarkan maraknya aksi pencurian Tabung gas 3 kg dan Pompa Air di area persawahan yang sedang berfungsi untuk memasukkan Air ke persawahaanya,  

Ia juga mengakui, barang miliknya juga di rampas oleh orang yang tak di kenal, yakni Tabung gas dan mesin pompa air, 

Amiruddin berharap pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan di Dua Desa tersebut.

Di desa ini, sudah puluhan tabung gas dan pompa air sudah di gasak maling, ungkap Amiruddin.

Sementara Kepala Desa Talawe Syamsuddin saat di hubungi via WA mengatakan juga membenarkan adanya kejadian tersebut di wilayahnya, hal ini sudah berlangsung dua pekan terakhir, untuk itu kami sudah sampaikan ke petani untuk lebih waspada, kita kasihan sama petani, sudah musim kemarau, susah air, susah mencari tahung gas isi 3 kg, 

Ironisnya lagi Tabung gas dan mesin pompa air juga raib di sapu bersih maling, menurut Kades Syamsuddin kasus ini bukan orang di sini, melainkan dari warga lain, di duga menggunakan Mobil.

Syamsuddin berharap ada perhatian khusus dari Pihak Kepolisian, untuk menggrogoti pelakunya, ini pertama kalinya adanya kasus pencurian Tabung dan mesin pompa di wilayahnya, singkat Syamsuddin. (Risal Bakri).