WARUNGKIARA mediafpii-sulsel.my.id, - Upaya memperkokoh benteng pengamanan dan memperbaiki tata kelola di lingkungan pemasyarakatan terus digalakkan. Langkah nyata ini dibuktikan oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara yang secara aktif menyerap arahan langsung dari pimpinan tertinggi Pemasyarakatan.
Dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, jajaran struktural, staf, hingga perwakilan regu pengamanan berkumpul untuk menyimak instruksi secara digital. Pertemuan virtual yang memanfaatkan media Zoom ini berlangsung khidmat dari Ruang Zoom Gedung I Lapas Warungkiara pada Senin pagi 7 September 2026
Pengarahan ini bukan sekadar agenda internal biasa, melainkan konsolidasi berskala nasional. Seluruh Kepala Kantor Wilayah hingga Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan beserta jajarannya di seluruh penjuru Indonesia turut hadir secara serentak menyamakan persepsi.
Dalam sesi pembekalan tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan menggarisbawahi serangkaian isu vital yang membutuhkan perhatian mendesak. Pembahasan mencakup kewaspadaan terhadap potensi bencana alam hingga pentingnya pengawasan ketat dari lembaga antirasuah seperti KPK.
Aspek internal tak luput dari sorotan tajam Dirjen Pas. Penguatan sistem pengamanan, pembinaan disiplin pegawai, tata kelola penggunaan senjata api, hingga kepatuhan mutlak terhadap rantai komando pimpinan menjadi poin utama yang ditanamkan kepada seluruh peserta.
Narasi pengarahan berlanjut pada optimalisasi peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas serta kesiapan pelaksanaan Bahan Makanan (BAMA) Tahun 2026. Selain itu, penataan identitas logo kementerian baru dan persiapan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) turut dibahas secara terperinci.
Guna mendukung ketahanan nasional, jajaran pemasyarakatan didorong untuk mengembangkan produk UMKM serta sektor pangan mandiri. Di sisi lain, penguatan sarana komunikasi resmi seperti Wartelsuspas dan keberadaan Inkopasindo ditegaskan kembali demi membenahi evaluasi tata kelola pelayanan publik.
Merespons instruksi pusat, Lapas Kelas IIA Warungkiara bergerak cepat menyusun strategi lokal. Salah satunya adalah memperketat prosedur mitigasi bencana melalui jalinan kerja sama erat bersama BMKG dan BPBD setempat.
Lankut Kurnia Panji mengatakan Komitmen pengamanan ditunjukkan lewat peningkatan frekuensi inspeksi mendadak (sidak) di dalam lapas. Tindakan tegas dan tanpa kompromi disiapkan bagi siapa saja yang terlibat dalam peredaran narkoba maupun kepemilikan ponsel secara ilegal di lingkungan hunian.
Pengawasan tidak hanya menyasar para warga binaan, tetapi juga kedisiplinan jajaran petugas. Pencegahan keterlibatan pegawai dalam judi online serta pemantauan gaya hidup menjadi prioritas, yang diimbangi dengan optimalisasi Pos Bapas dan penyediaan fasilitas Wartelsuspas yang terintegrasi, ungkap Kurnia Panji
Di jelaskan Kurnia Panji bahwa dari segi administratif, transparansi pengelolaan anggaran BAMA Tahun 2026 diarahkan penuh melalui sistem e-Katalog dengan merangkul penyedia lokal. Di saat yang sama, tim internal difokuskan untuk menuntaskan seluruh tindak lanjut atas temuan BPK Tahun 2025 tanpa ada yang terlewat.
Lapas Warungkiara berkomitmen Mewujudkan Lapas Berintegritas, Seluruh rangkaian pengarahan berakhir dalam situasi yang tertib dan kondusif. Melalui momentum ini, Lapas Kelas IIA Warungkiara menegaskan kembali kesiapannya untuk mewujudkan institusi pemasyarakatan yang makin profesional, akuntabel, dan berintegritas tinggi, tegas Kurnia Panji. (risal bakri).
