MAKASSAR Sulsel.mediafpii-sulsel.my.id, — Gelaran Festival Sastra Kepulauan IX Tahun 2026 memasuki babak baru usai panitia pelaksana menyelesaikan penyusunan struktur kepanitiaan. Sebanyak 13 divisi kerja telah ditetapkan untuk mematangkan agenda tahunan tingkat nasional tersebut. Langkah krusial ini dirumuskan lewat rapat persiapan yang berlangsung di Makassar pada Sabtu 5 September 2026
.
Pertemuan penting yang dihadiri sekitar 23 anggota panitia ini dipimpin langsung oleh Dr. Asia Ramli, M.Pd. Rapat tersebut memfokuskan pembagian peran yang jelas bagi setiap personel demi menjamin kelancaran seluruh rangkaian helatan sastra tanah air ini.
Divisi Edukasi dan Diskusi Sastra
Untuk sektor pelatihan dan ajang kompetisi puisi, panitia mempercayakan Tim Workshop Penulisan Puisi dan Lomba kepada Aco, Nanang, Yuyun, dan Ali. Tim ini bertugas mengawal jalannya pelatihan materi hingga teknis pelaksanaan lomba menulis puisi.
Sementara itu, kesiapan lokakarya seni pertunjukan, kompetisi pembacaan puisi, hingga penataan teknis panggung berada di bawah kendali Syahrul, Gisel, Fiko, dan Indra. Sektor diskusi interaktif juga disiapkan melalui Tim Dialog Sastra yang dikelola oleh Iis Hakim, Anjas, Mudli, dan Latifa untuk memandu forum utama pada rentang waktu 10.00–13.00 WITA.
Pengawalan Program Utama Festival
Agenda outdoor seperti Kemah Sastra menjadi fokus perhatian tim besar yang digawangi oleh Iis, Jamal, Adi, Riska, Asti, Asjul, Firda, Salsabila, Mudli, dan Latifa. Skuad ini bertanggung jawab penuh atas persiapan area perkemahan dan kenyamanan para peserta di lapangan.
Pada ranah literasi cetak, Bahar Merdu, Salsadila, dan Uca dipercaya merancang serta mengelola stan Pameran Buku selama festival. Di sisi lain, peluncuran karya literasi baru ditangani oleh Mudli dan Salsa yang mengurus distribusi undangan, cenderamata buku, presensi penyair, hingga technical manual.
Dukungan Teknis dan Logistik Lapangan
Kelancaran dokumentasi visual diabadikan oleh Tim Dokumentasi yang dipunggawai Agus Linting, Nanang, dan Firda. Untuk pengamanan fasilitas serta sarana fisik di lokasi acara, disiapkan tim khusus bernaggotakan 14 personel perlengkapan.
Sektor teknis panggung menyerahkan kontrol penuh sistem tata suara dan pencahayaan kepada Cua. Kebutuhan pernak-pernik acara diurus oleh Riska Mamen, Asti Keci, dan Yuyun pada Tim Hadiah, Souvenir, dan Percetakan, sedangkan konsumsi panitia, juri, dan peserta dijamin kelancarannya oleh Gissel dan Yuyun.
Daftar Tokoh Sastra dan Juri Nasional
Helatan skala nasional ini dipastikan bertabur bintang dengan hadirnya deretan sastrawan ternama Indonesia. Sesi Dialog Sastra menghadirkan Maman Mahayana, Bambang Widiatmoko, Mahrush Andis, serta Aslan Abidin sebagai pemateri utama.
Untuk kelas berbagi ilmu, workshop penulisan puisi dipandu oleh Bambang Widiatmoko dan Tri Astoto Kodarie, sedangkan materi workshop seni pertunjukan dibawakan oleh Yudhistira Sukatanya dan Bahar Merdhu.
Kualitas perlombaan juga dijaga ketat oleh juri berpengalaman; Syahril Patakaki dan Faisal Yunus menguji Lomba Baca Puisi, sementara Moch. Hasymi dan M. Amir Jaya mengawal Lomba Penulisan Puisi. Khusus sesi Kemah Sastra, narasumber Ishakim dan Chaeruddin Hakim siap berbagi pandangan, diiringi penampilan seni dari Daeng Serang, Rais, serta grup Musikalisasi Puisi.
Penguatan Koordinasi Demi Kelancaran Acara
Dr. Asia Ramli menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang padu antardivisi agar setiap alur kegiatan berjalan presisi. Ia mengimbau seluruh personel untuk fokus pada target divisi masing-masing sembari tetap berkoordinasi jika terdapat kebutuhan yang bersinggungan.
Menindaklanjuti pembagian peran ini, seluruh tim diinstruksikan bergerak cepat melengkapi kebutuhan logistik, administrasi, operasional teknis, hingga pematangan materi acara. Festival Sastra Kepulauan sendiri tetap konsisten menjadi wadah tahunan yang mempertemukan para sastrawan dan penggerak literasi dari seluruh pelosok Nusantara demi memperkuat ekosistem sastra nasional. (risal bakri).
