Webmaster


Iklan

Media FPII Sulsel
Sabtu, 12 September 2026, September 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-12T10:34:38Z
DaerahEkonomientertementFashionheadlinehiburanNasionalOlahragaParlementariapolitiksorotanterpopulerToptotorialTutorial

Dampingi 39 Kafilah Kaltara di Semarang: Gubernur Zainal Paliwang Kenang 7 Tahun Pengabdian, Sebut Tanah Jawa Seperti Rumah Ke Dua



SEMARANNG JATENG mediafpii-sulsel.my.id, - Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, membawa makna ganda bagi Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang. Kehadirannya pada helatan yang berlangsung 12-20 September 2026 tersebut bukan sekadar menjalankan tugas dinas, melainkan menjadi perjalanan emosional untuk mengenang kembali masa-masa pengabdiannya di tanah Jawa.


​Langkah kaki Zainal Arifin Paliwang  di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang pada Jumat 11 September 2026 sore menandai dimulainya nostalgia tersebut. Kedatangannya disambut langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, bersama jajaran panitia penyelenggara.


​Bagi purnawirawan perwira tinggi Polri ini, Jawa Tengah memiliki kedudukan istimewa yang tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya. Pengabdian selama hampir tujuh tahun di wilayah tersebut telah membentuk ingatan mendalam serta jalinan batin yang erat dengan daerah yang kini menjadi tuan rumah MTQ Nasional.




​Perasaan hangat itu pun terpancar saat ia kembali menyusuri Semarang. "Saya pernah bertugas tujuh tahun di Jawa Tengah. Karena itu, alhamdulillah saya sangat menghafal setiap sudut wilayah ini. Bagi saya, Jawa Tengah sudah seperti rumah kedua," ujar Zainal penuh kehangatan saat mendarat di bandara.


​Jejak pengabdian Zainal Arifin di jajaran Polda Jawa Tengah memang sangat panjang dan solid. Portofolio kepemimpinannya mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari Kasat Polairud Polda Jateng (2002–2003), Dirpolair Polda Jateng (2003), hingga memimpin tiga Kepolisian Resor berbeda, yakni Kapolres Blora (2003–2005), Kapolres Wonosobo (2005), dan Kapolres Kendal (2005–2006), sebelum akhirnya menjabat Wadir Reskrim Polda Jateng (2006–2007).




​Meresapi kehangatan warga yang tidak berubah meski waktu telah berlalu, Zainal Arifin Paliwang  merasa sangat disanjung. Ia pun memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan serta keterbukaan Pemprov Jateng dalam menyambut para tamu. “Penyambutan dari Pemprov Jawa Tengah untuk para tamu MTQ ini sungguh luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dan ramah,” tutur Zainal Arifin.




​Kehangatan tuan rumah melengkapi rasa sukacita Zainal Arifin  kembali ke kota yang penuh kenangan ini. Ia menaruh harapan besar agar perhelatan syiar Islam skala nasional ini terus berkembang dan menorehkan standar baru. “Harapan kita, setiap gelaran MTQ selalu ada evaluasi dan kemajuan. Semoga Jawa Tengah mampu menjadi tuan rumah yang sukses pada penyelenggaraan MTQ ke-31 ini,” harap mantan Wakapolda Kaltara tersebut.


​Di luar momen reuni personalnya, fokus utama Zainal Arifin hadir di Semarang adalah memberi dukungan moral secara langsung kepada duta-duta Kalimantan Utara. Sebelum bertolak dari Kaltara pada pagi harinya sekitar pukul 11.00 WITA, ia melepaskan 56 anggota rombongan kontingen, yang mana 39 di antaranya merupakan anak-anak daerah yang siap berlaga sebagai kafilah Kaltara, pinta Zainal Arifin


​Dari sisi penyelenggara, Kepala Diskomdigi Jateng, Lilik Henry Ristanto, menegaskan komitmen penuh Pemprov Jateng dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah. Menindaklanjuti arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, Jawa Tengah mematok target ganda: sukses sebagai penyelenggara sekaligus sukses meraih prestasi.




​Strategi pelayanan prima diterapkan secara komprehensif dengan menggerakkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai Liaison Officer (LO). Skema pengawalan melekat ini menugaskan setiap OPD untuk mendampingi satu kontingen secara penuh, mulai dari penyambutan di pintu kedatangan, mobilisasi harian, hingga kepulangan.


​“Setiap OPD ditunjuk menjadi LO untuk satu pemerintah daerah atau kafilah. Ini adalah wujud komitmen Panitia Daerah Pemprov Jateng dalam memuliakan para tamu yang hadir,” tegas Lilik mengenai komitmen hospitality panitia.


​Sentuhan kesiapan tuan rumah ini langsung terasa begitu para peserta menginjakkan kaki di Bandara Ahmad Yani. Berdasarkan pantauan di lokasi kedatangan, gelombang kontingen dari berbagai penjuru Nusantara disambut dengan konsep ramah tamah khas Jawa Tengah.


​Sebagai bentuk penghormatan, Pemprov Jateng menyajikan welcome drink serta ragam kuliner tradisional Nusantara secara cuma-cuma. Para peserta dimanjakan dengan aneka jajanan khas seperti wingko babat, gethuk Magelang, brownies, hingga tahu bakso, ditemani aneka racikan herbal hangat seperti kunir asam, gula asam, jahe lemon, serta kopi khas Temanggung. (Risal Bakri).