Webmaster


Iklan

Media FPII Sulsel
Minggu, 30 Agustus 2026, Agustus 30, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-30T01:58:47Z
DaerahEkonomientertementFashionheadlinehiburanNasionalOlahragaParlementariapolitiksorotanterpopulerToptotorialTutorial

Nostalgiah Kisah Kehagatan Masa Kecil Bupati Husniah Talenrang Pulang Kampung Dari Main Sikunru Hingga Menyapa Petani Menyerap Aspirasi.

                    Penulis Risal Bakri


GOWA Sulsel mediafpii-sulsel.my.id, - Bupati Gowa, Hj. Husniah Talenrang, memilih untuk memanfaatkan waktu liburnya dengan cara yang sederhana namun berkesan. Di tengah kesibukannya memimpin daerah, ia menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman guna menyapa warga dan menikmati suasana pedesaan yang asri.


​Langkah kakinya membawa sang Bupati  menuju area persawahan yang luas. Kehadirannya di tengah-tengah petani disambut hangat oleh warga lokal. Momen ini bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan kesempatan bagi Husniah Talenreng  untuk membaur secara langsung tanpa jarak dengan para pahlawan pangan tersebut.


​Berada di tengah hamparan padi mengembalikan ingatan Husniah Talenrang pada masa kecilnya. Dahulu, ia sering menghabiskan waktu bermain di sawah, merasakan langsung kehidupan pedesaan yang penuh dengan kehangatan dan kesederhanaan bersama teman-teman sebayanya.




​Salah satu kenangan unik yang kembali ia reka ulang adalah permainan tradisional tiup batang padi, yang dalam bahasa Makassar dikenal dengan nama Sikunru. Dengan terampil, ia mengambil sebatang batang padi dan meniupnya hingga mengeluarkan suara melengking yang merdu dan indah, memicu gelak tawa dan keceriaan di lokasi.


​Aksi nostalgia meniup batang padi ini juga dimanfaatkan Bupati Gowa Husniah Talenrang untuk menyapa masyarakat luas. Ia menyentuh sisi emosional warga dengan melempar pertanyaan santai di sela-sela kegiatannya, "Kalau di tempat kamu, permainan tradisional dari batang padi ini apa namanya?" Cerus Husniah.


​Husniah Talenreng  menceritakan bahwa permainan Sikunru adalah hal rutin yang sering ia lakukan saat masih kecil untuk mengisi waktu luang. Sembari bermain, ia biasa menemani para petani yang sedang bekerja, sehingga rasa empati dan kedekatannya dengan kehidupan bertani sudah terbangun sejak dini.




​Bupati Husniah manfaatkan aktivitas "libur dulu di kampung" ini menjadi sarana refreshing yang efektif bagi sang bupati. Di balik kepadatan agenda protokoler dan administrasi pemerintahan, menikmati hembusan angin sawah dan keramahan warga kampung menjadi tempat terbaik untuk menyapa Warga, teman sebaya dan keluarga.


​Kegiatan Husniah di kampung tak sekadar bernostalgia. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog santai, mendengarkan aspirasi para petani secara langsung, serta melihat kondisi infrastruktur pertanian di lapangan tanpa perantara.



​Dikatakan Husniah bahwa tujuan  dari interaksi informal ini adalah untuk memahami kebutuhan riil para petani di lapangan. Dengan mendengarkan cerita dan kendala mereka secara langsung, kebijakan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Gowa diharapkan bisa tepat sasaran dan berpatokan pada kebutuhan masyarakat.


​Husniah berharap sektor pertanian di Gowa dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan yang layak bagi para petani. Kenangan masa kecilnya menjadi pengingat dan motivasi besar baginya untuk terus memperjuangkan nasib serta kesejahteraan masyarakat kecil selama masa kepemimpinannya, pinta  Bupati Husniah Talenrang. (FPII Sulsel).