Webmaster


Iklan

Media FPII Sulsel
Minggu, 16 Agustus 2026, Agustus 16, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-16T09:34:52Z
DaerahEkonomientertementFashionheadlinehiburanNasionalOlahragaParlementariapolitiksorotanterpopulerToptotorialTutorial

Dua Anggota DPRD Sidrap Dapil 4 Hadiri Panen Raya IP300 di Desa Botto, Bupati Syaharuddin Terus Dorong Modernisasi Pertanian Pitu Riase



SIDRAP, mediafpii-sulsel.my.id,  — Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, terus dipacu untuk menjadi salah satu kawasan sentra pertanian unggulan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri kegiatan Panen Raya Musim Tanam (MT) II sekaligus persiapan olah lahan menuju program Indeks Pertanaman (IP) 300, Jumat (7/8/2026).


​Kehadiran dua legislator DPRD Sidrap dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, yakni Kasman dan Hj. Kartini Bekka, menjadi bentuk dukungan nyata lembaga legislatif terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayah Pitu Riase. Kedua anggota dewan tersebut mengapresiasi sinergi yang terus dibangun oleh pemerintah daerah bersama para petani lokal.


​Turut hadir mendampingi Bupati  Syaharuddin Alrif dalam kegiatan tersebut di antaranya Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kepala Pelaksana BPBD Patriadi, Plt Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, serta perwakilan manajemen Bank Sulselbar.


​Sinergi lintas sektor juga terlihat dari kehadiran Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali, Kapolsek Pitu Riase Iptu Sakaria, jajaran Dinas Pertanian Sidrap, para kepala desa/lurah se-Kecamatan Pitu Riase, kepala sekolah, penyuluh pertanian, hingga ratusan anggota kelompok tani setempat.


​Dalam arahannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan bahwa Desa Botto menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Dalam kurun setahun terakhir, tercatat sebanyak 28 kelompok tani di kawasan ini telah menerima berbagai bantuan stimulus, termasuk 14 kelompok tani yang memanfaatkan program Optimalisasi Lahan (Oplah) Nonrawa.


​Guna mengantisipasi krisis air saat musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Sidrap menyiapkan solusi teknologi berupa bantuan sumur bor berbasis listrik. Rencananya, setiap kelompok tani akan menerima hingga tiga unit sumur bor agar ketersediaan air pasokan sawah tetap terjaga sepanjang tahun.




​Bupati Syaharuddin menegaskan bahwa arah pembangunan sektor pertanian Sidrap saat ini berfokus pada efisiensi dan pemanfaatan teknologi modern. Sistem irigasi nantinya dapat dioperasikan secara praktis oleh petani hanya melalui ponsel dengan mekanisme sistem voucher digital.


​Mengenai evaluasi program cetak sawah seluas 78 hektare yang dimulai pada 2025, Bupati menjelaskan kendala ketersediaan air akan segera teratasi. Kawasan tersebut dijadwalkan bakal dilengkapi dengan infrastruktur sumur bor serta penarikan jaringan listrik sepanjang satu kilometer.


​Pemerintah Daerah juga terus memperluas areal tanam dengan melanjutkan program cetak sawah seluas 79 hektare di wilayah Toddang Asa pada tahun 2026. Petani pun diajak untuk aktif melaporkan lahan-lahan mangkrak agar dapat direhabilitasi dan dikembalikan fungsi produktifnya.


​Kabar menggembirakan datang dari hasil uji ubinan menjelang panen raya di Desa Botto, di mana potensi produktivitas lahan tercatat mampu menembus angka 9,5 ton gabah kering per hektare. Capaian angka ini menjadi modal berharga bagi Sidrap dalam menjaga predikatnya sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan.


​Untuk mendukung percepatan masa tanam menuju pola IP300 (tiga kali tanam setahun), empat kelompok tani di Desa Botto mendapat suntikan bantuan alat mesin pertanian berupa rotavator melalui program PM-AAS. Selain modernisasi alat, Pemkab Sidrap juga mendorong pemekaran 12 kelompok tani yang lahannya sudah melebihi kapasitas ideal agar tata kelola bantuan lebih proporsional.


​Dalam kegiatan tersebut kehadiran  dua Anggota DPRD Sidrap Dapil 4, yakni Kasman dan Hj. Kartini Bekka, mengapresiasi penuh langkah proaktif Pemkab Sidrap dan berharap seluruh bantuan infrastruktur serta sistem modernisasi ini dapat benar-benar dimaksimalkan oleh para petani Desa Botto demi meningkatkan tingkat kesejahteraan ekonomi warga Pitu Riase secara berkelanjutan.(Risal Bakri)