Webmaster


Iklan

Media FPII Sulsel
Minggu, 19 Juli 2026, Juli 19, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-19T05:24:56Z
DaerahEkonomientertementFashionheadlinehiburanNasionalOlahragaParlementariapolitiksorotanterpopulerToptotorialTutorial

Lewat MPLS Ramah Anak, TK Negeri Pertiwi Pangkajene, Kenalkan Program '7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat' dan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini



SIDRAP mediafpii-sulsel.my.id,  — Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak di TK Negeri Pertiwi Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 15 Juli 2026 ini, mengusung misi besar untuk bersama-sama menciptakan pengenalan pertama sekolah yang aman, menyenangkan, dan penuh kasih sayang.


​Sejak pagi hari, halaman dan area sekolah sudah dipadati oleh riuh rendah suara anak-anak yang didampingi oleh orang tua mereka. Kehadiran para wali murid ini menjadi bukti nyata tingginya antusiasme dan dukungan keluarga dalam mengantar buah hati mereka melangkah ke jenjang pendidikan formal pertama.


​Pada tahun ajaran baru ini, TK Negeri Pertiwi Pangkajene Sidrap resmi menerima sebanyak 150 anak didik baru. Seluruh peserta didik tersebut dibagi secara proporsional ke dalam 10 kelas, yang terdiri dari 3 kelas untuk Kelompok A dan 7 kelas untuk Kelompok B.


Hal tersebut di sampaikan Kepala Sekolah TK Negeri Pertiwi Pangkajene Sidrap Hj. Suriyati. U,  S.Pd. AUD, selasa, 15 Juli 2026.




​Proses belajar dan adaptasi anak-anak ini dikawal langsung oleh 10 orang tenaga pendidik yang berkompeten dan berdedikasi. Jumlah tersebut sudah termasuk Kepala TK Negeri Pertiwi Pangkajene Sidrap, Hj. Suriyati. U, S.Pd. AUD, yang memimpin langsung jalannya program orientasi ini.


​Kepala Sekolah, Hj. Suriyati, menjelaskan bahwa materi MPLS hari kedua dirancang secara khusus untuk membangun karakter dan kenyamanan anak. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan lingkungan sekolah, perkenalan ruang kelas masing-masing, hingga pengenalan berbagai fasilitas permainan di luar kelas.


​Selain orientasi fisik, anak-anak juga diajarkan nilai-nilai kesopanan dasar sejak dini. Para guru dengan sabar memberikan pemahaman serta membiasakan anak untuk mengucapkan salam, serta budaya lokal seperti kata “tabe” (permisi) saat lewat di depan orang lain.


​Agenda hari kedua ini juga diisi dengan sesi pengenalan diri sendiri agar anak-anak saling mengenal satu sama lain. Tidak ketinggalan, keceriaan memuncak saat seluruh anak diajak melakukan senam bersama sembari menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk memupuk rasa nasionalisme.




​Hj. Suriyati mengungkapkan bahwa selama kegiatan MPLS ini berlangsung, pihak sekolah masih memberikan kelonggaran bagi orang tua untuk mendampingi buah hati mereka di area sekolah. Hal ini bertujuan agar anak tidak merasa cemas atau takut di lingkungan barunya.


​Namun, pihak sekolah juga menyosialisasikan rencana kemandirian anak untuk masa depan. Ke depannya, pihak sekolah berharap agar para orang tua tidak lagi masuk ke halaman sekolah usai MPLS,  sehingga anak-anak dapat belajar mandiri dan berinteraksi lebih optimal bersama guru dan teman-temannya.


​Lanjut Hj Suriyati mengatakan dalam MPLS kali ini, TK Negeri Pertiwi Pangkajene juga mulai memperkenalkan program "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat". Tujuh kebiasaan baik tersebut meliputi bangun pagi, taat beribadah, rajin berolahraga, serta mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.


​Tiga poin akhir dari kebiasaan baik tersebut adalah menanamkan sifat gemar belajar pada anak, melatih mereka agar pandai bermasyarakat atau bergaul, serta menjaga pola istirahat yang baik dengan tidur cepat di malam hari.




​Bukan hanya itu kata Suruyati, Sekolah ini juga menerapkan konsep pembentukan karakter juga diperkuat dengan penerapan formula 5S. Formula ini mengajak anak-anak untuk selalu membiasakan diri menerapkan sikap Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah.


​Hj. Suriyati menegaskan bahwa tujuan utama dari MPLS Ramah Anak ini adalah membantu anak-anak mengenal lingkungan sekolah dengan rasa aman dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk membantu mereka beradaptasi dengan cepat terhadap guru, teman baru, serta aturan-aturan yang ada di sekolah.


​"Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan semangat belajar pada diri anak sejak dini. Harapan terbesar kami adalah mampu menciptakan pengalaman pertama di sekolah yang betul-betul menyenangkan bagi mereka," pungkas Hj. Suriyati menyudahi penjelasannya. (Risal Bakri).