SIDRAP mediafpii-sulsel.my.id, – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan religius, UPT SD Negeri 8 Rappang menerapkan tradisi rutin setiap pagi. Kepala Sekolah bersama jajaran tenaga pendidik wajib berdiri di depan pintu gerbang sekolah untuk menjemput kedatangan para murid sebelum mereka memasuki halaman sekolah.
Kepala UPT SDN 8 Rappang, Hj. Nasri, S.Pd.I, M.Si, menjelaskan bahwa aksi sederhana ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA). Menurutnya, menyambut siswa dengan senyum, sapa, dan salam adalah fondasi penting dalam membangun karakter anak didik.
Membangun Ikatan Batin
Lanjut Hj. Nasri menekankan bahwa kehadiran guru di gerbang sekolah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pendekatan emosional.
"Kami ingin membangun ikatan batin yang kuat antara guru dan murid. Saat anak-anak tiba dan disambut dengan hangat, mereka akan merasa disayangi dan aman. Hal ini sangat memengaruhi psikologis mereka agar lebih bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar," ungkap Hj. Nasri.
Selain membangun kedekatan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung terkait kedisiplinan dan tata krama. Siswa diajarkan secara natural untuk bersikap sopan kepada orang yang lebih tua melalui kebiasaan bersalaman dan bertegur sapa.
Saat ini, UPT SDN 8 Rappang membina sebanyak 87 orang siswa. Dalam menjalankan program-program pendidikan dan penguatan karakter, Hj. Nasri didukung oleh 12 tenaga kependidikan yang berdedikasi.
"Dengan rasio ini, kami berupaya memberikan pengawasan dan bimbingan yang maksimal. Seluruh tenaga pendidik di sini memiliki komitmen yang sama untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak," tambah Hj Nasri
Di katakan Hj Nasri bahwa melalui rutinitas jemput siswa di gerbang ini, pihak sekolah berharap dapat meminimalisir potensi perundungan (bullying) dan menciptakan suasana sekolah yang penuh kasih sayang
Hal ini juga sesuai Visi dan Misi sertan program Bupati Sidrap H.Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah, terang Hj. Nasri. (Risal Bakri).
