Webmaster


Iklan

Media FPII Sulsel
Senin, 18 Mei 2026, Mei 18, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-18T07:17:00Z
DaerahEkonomientertementFashionheadlinehiburanNasionalOlahragaParlementariapolitiksorotanterpopulerToptotorialTutorial

Sapi Kurban Bernama ‘Mahmuddin’ Asal Sidrap Ditawarkan Dengan Harga 95 Juta Ke Presiden Prabowo , Buah Ketelatenan Amirullah



SIDRAP mediafpii-sulsel.my.id, – Di sebuah sudut desa di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Amirullah nyaris tak punya waktu libur. Setiap hari, denyut nadinya seakan menyatu dengan kehidupan di dalam kandang. Dedikasi tanpa henti inilah yang perlahan-lahan mengubah nasib dan menaikkan kelas peternakan rakyat di tanah Bumi Nene Mallomo menjadi sorotan nasional.


​Pagi-pagi sekali ia sudah harus membersihkan kandang, memastikan tidak ada kotoran yang mengganggu kenyamanan ternaknya. Siang hari dihabiskan untuk mencari rumput segar, disusul sore hari memandikan sapi-sapinya agar tetap bersih dan sehat. Tak berhenti di situ, malam hari pun ia masih harus mengecek pakan fermentasi untuk memastikan asupan nutrisi malam tetap terjaga.


​Rutinitas yang sangat menyita waktu dan tenaga itu berlangsung selama bertahun-tahun tanpa keluh kesah. Pola kerja yang begitu disiplin ini memperlihatkan bagaimana sebuah komitmen dijalankan demi menghasilkan ternak dengan kualitas terbaik. Baginya, setiap jam yang dihabiskan di kandang adalah investasi bagi masa depan peternakannya.


​Melihat dedikasi yang begitu total, tetangga di sekitar tempat tinggalnya sempat menganggap apa yang dilakukan Amirullah sangat berlebihan. Banyak yang merasa heran mengapa seorang peternak harus mencurahkan seluruh waktu dan perhatiannya hanya untuk mengurus hewan peliharaan tanpa kenal lelah. "Orang bilang saya terlalu sibuk urus sapi,” kata Amirullah sambil tertawa kecil mengenang masa-masa itu.


​Namun, omongan miring tersebut kini berbalik menjadi kekaguman yang luar biasa dari masyarakat sekitar. Sapi yang selama ini ia rawat dengan penuh kasih sayang seperti anak sendiri itu justru menjadi buah bibir di mana-mana. Kerja keras yang dulunya dipandang sebelah mata, kini membuahkan hasil yang sangat membanggakan dan mengangkat nama daerah.


​Sapi istimewa tersebut diberi nama Mahmuddin. Hewan bertubuh kekar itu merupakan seekor sapi Brahman Cross berbadan raksasa yang kini resmi diusulkan sebagai calon hewan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk perayaan Hari Raya Iduladha 2026. Nilai tawarannya pun sangat fantastis, yakni menembus angka Rp95 juta.


​Fisik Mahmuddin memang berada di atas rata-rata sapi pada umumnya karena bobotnya yang luar biasa besar, dadanya yang bidang, kakinya yang kokoh, serta nafasnya yang berat berwibawa. Saat berdiri tegak di dalam kandang, Mahmuddin tampak lebih mirip “truk hidup” ketimbang sapi biasa. Posturnya yang masif langsung menarik perhatian siapapun yang melihatnya.


​Daya tarik sapi raksasa ini tidak hanya memikat tim seleksi kepresidenan, tetapi juga menjadi magnet bagi warga sekitar. Anak-anak kampung seringkali datang berbondong-bondong ke kandang Amirullah hanya untuk melihat langsung ukuran tubuhnya yang tidak lazim. “Kalau dekat sapi ini, baru terasa besarnya,” ujar seorang warga yang terpukau melihat postur megah Mahmuddin.


​Namun, kehadiran Mahmuddin dengan segala keunggulannya tidak lahir begitu saja secara kebetulan atau instan. Sapi raksasa ini merupakan hasil nyata dari proses panjang pemanfaatan teknologi inseminasi buatan (IB). Inovasi medis peternakan tersebut kemudian dipadukan secara sempurna dengan ketelatenan yang nyaris tanpa kompromi dari sang pemilik dalam memberikan perawatan harian.


​Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap, Ahmad Dollah, memberikan apresiasi tinggi dan menyebut Mahmuddin sebagai contoh sukses program pembibitan modern di daerah tersebut. Keberhasilan ini membuktikan bahwa peternak lokal mampu bersaing di kancah nasional jika memanfaatkan teknologi tepat guna. “Ini hasil kolaborasi. Ada teknologi, ada kerja peternak, ada pendampingan petugas lapangan,” ungkap , sabtu, 16 Mei 2026.


​Menurut Ahmad Dollah, berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh kualitas fisik Mahmuddin telah memenuhi banyak indikator sebagai sapi kurban premium yang layak untuk tokoh negara. Karena nilai dan posisinya yang sangat strategis tersebut, pemerintah daerah kini terus memantau kesehatannya secara ketat agar kondisinya tetap prima hingga hari penyembelihan nanti.


​Menanggapi perhatian besar dari pemerintah dan ketertarikan pihak Istana, Amirullah mengaku semua ini tidak lepas dari konsistensi dalam menerapkan kisah pemeliharaan yang disiplin. Baginya, kunci utama menghasilkan sapi berkualitas premium adalah kasih sayang, kebersihan kandang yang terjaga, serta pemenuhan gizi pakan yang seimbang setiap harinya.


Lanjut Ahmad Dollah, Sapi  Bernama Mahmuddin itu, kini baru diisulkan, dan  sementara verifikasi di sespresiden, untuk di jadikan hewan kurban Presiden. Sapi itu berat timbangan awal 910 Kg atau hampi 1 ton, ungkap Ahmad Dollah. (Risal Bakri).