SIDRAP mediafpii-sulsel.my.id- – Suasana sore di pusat Kota Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang tampak lebih ramai dari biasanya, tepat Selasa, 17 Maret 2026. Puluhan anggota komunitas yang tergabung dalam Kompi Pangkajene Matador Perjuangan turun ke jalan untuk menyapa masyarakat dalam aksi sosial bertajuk "Matador Peduli Sesama".
Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua Kompi Pangkajene Matador, Suharto, yang akrab disapa Bang Atto. Dengan mengenakan atribut khas komunitas, Bang Atto bersama anggotanya antusias membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan, mulai dari tukang becak, pengendara motor, Pengemudi, hingga pejalan kaki yang sedang melintas.
Bang Atto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dipersiapkan matang oleh internal Kompi Matador Perjuangan,
Menurutnya, momentum Ramadan tahun 2026 ini menjadi waktu yang sangat tepat untuk mempererat tali silaturahmi antara anggota komunitas dengan masyarakat luas di Bumi Nene Mallomo.
Di katakan Bang Atto bahwa pembagian takjil ini, dipusatkan di titik strategis Pangkajene ini berlangsung tertib. Ratusan paket buka puasa yang di siapkan ludes dalam waktu singkat karena antusiasme warga yang tinggi. Meski sempat memacetkan arus lalu lintas sejenak, kehadiran para personel Matador Perjuangan membantu mengatur kendaraan agar tetap lancar.
Setelah aksi bagi-bagi takjil usai, rangkaian kegiatan tidak berhenti sampai di situ. Seluruh anggota Kompi Pangkajene Matador kemudian bergeser menuju lokasi pertemuan untuk melaksanakan agenda selanjutnya, yakni buka puasa bersama. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan sosial di hari tersebut.
Dalam sambutannya di sela-sela acara buka puasa, Bang Atto mengungkapkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memupuk rasa kepedulian sosial di jiwa setiap anggota. Ia ingin Kompi Matador tidak hanya dikenal sebagai komunitas yang solid di internal, tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
"Kami ingin hadir di tengah masyarakat bukan sekadar berkumpul, tapi ada aksi nyata yang bisa dirasakan langsung manfaatnya. Berbagi takjil ini adalah simbol kecil dari semangat gotong royong kami," ujar Bang Atto dengan penuh semangat di hadapan para anggotanya.
Selain itu, Bang Atto menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghapus stigma negatif terhadap komunitas-komunitas jalanan atau kelompok organisasi tertentu. Ia membuktikan bahwa Kompi Pangkajene Matador adalah wadah yang positif dan religius dalam bingkai persaudaraan, ungkap Bang Atto.
Harapan besar pun disematkan dalam kegiatan ini. Bang Atto berharap agar aksi sosial ini dapat menjadi inspirasi bagi kelompok pemuda lainnya di Kabupaten Sidrap untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, terutama di bulan yang penuh berkah ini.
Lanjut, Bang Atto berharap kekompakan yang terjalin saat berbagi takjil dan buka puasa bersama ini dapat terus terjaga hingga masa-masa mendatang. Baginya, kekuatan Kompi Matador terletak pada kesolidan anggotanya dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan dan sosial.
Warga yang menerima takjil pun memberikan apresiasi positif. Salah seorang pengendara mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian takjil tersebut karena ia masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Hal ini menunjukkan bahwa aksi nyata Bang Atto dan kawan-kawan tepat sasaran.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar anggota Kompi Pangkajene Matador. Dengan berakhirnya kegiatan di tanggal 17 Maret 2026 ini, Kompi Matador kembali menegaskan eksistensinya sebagai komunitas yang mengedepankan nilai perjuangan sosial dan kepedulian terhadap sesama di Kabupaten Sidrap. (Bang Danu/ Risal Bakri).
