SIDRAP mediafpii-sulsel.my.id,, – Kondisi memprihatinkan terjadi di UPT SMP Negeri 2 Watang Pulu, Kabupaten Sidrap. Di saat para siswa seharusnya sudah menerima materi pelajaran, suasana sekolah justru tampak lengang dari aktivitas akademik.
Pantauan di lokasi pada Kamis, 12 Februari 2026 pagi hingga pukul 08.10 WITA, proses belajar mengajar belum dimulai. Akibat tidak adanya guru yang masuk ke kelas, sejumlah siswa kelas VIII terlihat mengisi waktu dengan bermain kartu di depan kelas yang sedang tergembok
Disiplin Guru Dipertanyakan
Ironisnya, meski para siswa sudah hadir tepat waktu sesuai aturan sekolah, tingkat kehadiran tenaga pendidik justru sangat rendah. Hingga jam menunjukkan pukul 08.10 pagi, tercatat baru tiga tenaga pengajar dan satu staf kepegawaian yang tampak hadir di lingkungan sekolah.
Kondisi ini menunjukkan adanya pengunduran waktu secara sepihak dan ketidakdisiplinan oknum pendidik yang mengabaikan jadwal resmi proses belajar mengajar (PBM).
Reaksi Keras LSM Triga Nusantara
Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Triga Nusantara (Trinusa) DPC Sidrap, Ashadi Kadir, angkat bicara. Ia menyayangkan sikap para guru yang dinilai tidak memberikan teladan yang baik bagi peserta didik.
"Bagaimana pendidikan kita bisa maju kalau mentalitas gurunya seperti ini? Siswa sudah siap belajar, tapi kelas kosong. Ini adalah bentuk pengabaian tanggung jawab yang sangat fatal," tegas Ashadi Kadir.
Lanjut Ashadi meminta Bupati Sidrap, H. Syahruddin Alrif, untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Sekolah dan seluruh tenaga pendidik di UPT SMPN 2 Watang Pulu.
Menagih Janji Pendidikan Sidrap
Menurut Ashadi, apa yang terjadi di sekolah tersebut sangat bertolak belakang dengan visi dan pesan Bupati Sidrap. Sejatinya, guru adalah sosok yang harus hadir lebih awal untuk menjemput dan menyambut siswa sebagai bentuk kesiapan mendidik.
"Sesuai harapan Bapak Bupati, guru harus jadi garda terdepan dalam kedisiplinan. Kalau guru datang jauh setelah siswa berkumpul, maka fungsi kontrol dan edukasi hilang. Kami minta Bupati mengevaluasi jabatan Kepala Sekolahnya karena gagal membina kedisiplinan stafnya," tegas Ashadi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak UPT SMPN 2 Watang Pulu terkait penyebab keterlambatan massal para tenaga pendidik tersebut, teemasuk Kadis Pendidikan, meski sudah di hubungi ponsel berulang kali, (Risal Bakri)
